Berita dan Informasi Luwu
Berita  

Hadiri HLM, Jayadi Paparkan Kondisi Inflasi Lutim

Pjs Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan di Bulukumba, Senin, (18/11). (Foto: Dok. Diskominfo-Sp Lutim).

KABARLUWU.COM — Hadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas memaparkan kondisi ketahanan pangan dan inflasi di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Senin (18/11).

Dalam pemaparannya, Jayadi Nas mengungkapkan, terjadi kenaikan inflasi di Kabupaten Lutim. Meski begitu, situasi tersebut tidak sampai mengganggu kestabilan perekonomian dan pasokan bahan baku di pasaran.

“Kondisi perekonomian dan bahan baku di pasar tetap stabil. Tidak ada guncangan yang berarti. Kenaikan ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang mengganggu distribusi komoditas,” jelasnya.

Jayadi menambahkan, bencana seperti longsor atau banjir di daerah tetangga dapat mempengaruhi distribusi barang ke Lutim, termasuk pasokan bahan bakar.

Oleh karena itu, Jayadi mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur untuk turut mendoakan kestabilan di daerah sekitar agar distribusi barang tetap lancar.

Labih lanjut, Jayadi juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Lutim yang berada di angka 9,66 persen tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain itu, kata Ia, pemerintah daerah sedang membahas program pemberian makanan bergizi kepada anak sekolah yang diharapkan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena bersumber dari dana pusat.

“Kami optimis Luwu Timur tetap menjadi yang terbaik, dengan pertumbuhan ekonomi tinggi serta stabilitas harga yang tidak mengganggu geliat ekonomi di daerah,” tutup Jayadi.

Untuk diketahui, inflasi di Kabupaten Luwu Timur year-on-year (yoy) ) sebesar 3,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,5.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,86 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,81 persen; kelompok transportasi sebesar 2,39 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,91 persen.

Selain itu terjadi deflasi pada beberapa indeks kelompok pengeluaran antara lain, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,11 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,14 persen.

Sementara pada kelompok pendidikan tidak terjadi perubahan indeks harga (stabil). Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Kabupaten Luwu Timur bulan April 2024 sebesar 0,47 persen, sementara tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Luwu Timur bulan April 2024 sebesar 1,75 persen.