KabarLuwu.com — Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, secara resmi membuka Seminar Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital yang menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Dalam sambutannya, Hj. Kurniah menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi, belajar, dan cara anak-anak mengakses informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Sebagai orang tua, disinilah peran kita dibutuhkan. Tidak hanya memberikan kasih sayang dan kebutuhan fisik, tetapi juga hadir secara aktif membimbing anak-anak agar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Hj. Kurniah.
Seminar yang diikuti oleh kader PKK dari seluruh kecamatan dan desa serta perwakilan organisasi perempuan ini menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam menghadapi era digital. Hj. Kurniah pun mengajak seluruh kader PKK di setiap tingkatan untuk menjadi pelopor edukasi pola asuh anak berbasis digital di lingkungan masing-masing.
“Tantangan masa depan hanya bisa dihadapi dengan kekuatan keluarga yang tangguh dan adaptif,” tegasnya.
Hj. Kurniah juga berharap kegiatan ini mampu memberikan bekal berharga bagi orang tua agar dapat membimbing generasi muda menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, melek digital, serta mencintai keluarga dan bangsa.
Sementara itu, pengurus TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Sabariah Sudirman, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pesan mendalam mengenai peran ibu sebagai role model dalam kehidupan anak.
Dengan suara lembut namun penuh makna, Sabariah mengajak seluruh peserta merenungkan kembali peran mereka sebagai ibu dan pendidik utama dalam keluarga.
“Tolong pegang dadanya… Renungkan, bahwa ibu-ibu semua di sini mencintai anaknya, melahirkan dengan sepenuh hati, dan berjuang setengah mati untuk menghadirkan mereka ke dunia,” ujarnya penuh haru.
Ia kemudian mengajak peserta untuk mengucapkan kalimat afirmasi bersama-sama:
“Saya adalah role model dan teladan bagi anak saya.”
Suasana ruangan pun berubah hening, penuh keharuan dan kesadaran mendalam akan tanggung jawab orang tua sebagai panutan anak.
“Anak-anak tidak hanya mendengar nasihat kita, mereka meniru apa yang kita lakukan. Karena itu, kita harus hadir, menjadi panutan, dan membangun koneksi emosional yang kuat dengan anak-anak kita,” pesan Sabariah menutup sesinya.
Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga momentum menggugah kesadaran kolektif bahwa pendidikan karakter dimulai dari rumah — dari keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.












