KabarLuwu — Bupati Luwu, H. Patahudding, yang juga berlatar belakang sebagai petani, tampak antusias saat berbincang dan ikut memanen jagung bersama para petani di daerahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Luwu.
“Kita hadir di tengah-tengah masyarakat demi meningkatkan sumber penghasilan. Jadi ketika masyarakat butuh bibit, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Patahudding mendorong petani agar mengganti tanaman cengkeh yang sudah tidak produktif dengan komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi lahan, seperti kakao, alpukat, atau durian.
“Kami mengharap agar lahan yang tidak produktif bisa ditanami kakao, durian, atau alpukat karena sangat cocok dengan kondisi alam di sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan bibit tanaman perkebunan sesuai karakteristik tanah di Luwu. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi dengan pendampingan dan edukasi agar masyarakat dapat memaksimalkan lahan, mengurangi lahan tidur, serta meningkatkan kesejahteraan.
Usai menghadiri panen jagung, Bupati melanjutkan silaturahmi dengan masyarakat Desa Binturu. Dalam pertemuan itu, ia juga menyampaikan program pembebasan SPPT PBB-P2 bagi masyarakat miskin ekstrem dan veteran Republik Indonesia, serta rencana pemberlakuan kebijakan serupa untuk tokoh adat dan mantan kepala desa pada tahun depan.











