KabarLuwu — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Hight Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus menyerahkan SPPT PBB-P2 revisi hasil pengurangan NJOP Tahun 2025 di Belopa, Rabu (24/9).
Acara ini dihadiri Bupati Luwu H. Patahuddin, Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, notaris/PPAT, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Patahuddin menegaskan kebijakan penyesuaian NJOP harus berlandaskan asas keadilan. Ia mengakui kebijakan awal dilakukan sebelum masa kepemimpinannya, namun demi merespons keresahan masyarakat, Pemkab Luwu mengambil langkah revisi agar rakyat tidak semakin terbebani.
“Kebijakan ini bukan sekadar kemunduran, tetapi bentuk kepedulian. Pembangunan harus tetap berjalan, penerimaan daerah meningkat, namun rakyat tidak terbebani secara berlebihan,” tegasnya.
Bupati juga mengumumkan kebijakan baru untuk tahun 2026, yakni pembebasan SPPT PBB-P2 bagi tokoh adat dan mantan kepala desa sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka sebagai pilar kebudayaan dan pemimpin masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bapenda Luwu, Sofyan Thamrin, menyampaikan jumlah wajib pajak di Luwu hingga 2025 mencapai lebih dari 186 ribu dengan potensi penerimaan Rp16 miliar. Target penerimaan PBB-P2 tahun 2025 sebesar Rp12 miliar, dengan realisasi sementara Rp8,7 miliar atau 74 persen.
Ia menambahkan, pengurangan NJOP sudah terealisasi lebih dari 50 persen. Wajib pajak yang telah melunasi tahun 2025 akan mendapat kompensasi pengurangan pada 2026.
Selain itu, Bapenda Luwu terus mendorong digitalisasi perpajakan melalui aplikasi pembayaran online, integrasi data kepemilikan tanah dan bangunan, hingga pemantauan real time.
“Dengan digitalisasi, masyarakat dapat membayar pajak dengan lebih mudah, aman, dan transparan,” ujar Sofyan.
Bupati Luwu menutup kegiatan dengan ajakan gotong royong. Menurutnya, pajak daerah adalah wujud kebersamaan dalam membangun Luwu. Dengan kebijakan yang lebih adil, sistem digital transparan, serta penghargaan kepada kelompok berjasa, Pemkab Luwu optimistis pembangunan akan berjalan, penerimaan daerah meningkat, dan kesejahteraan masyarakat semakin terwujud.












